[Orific] the Dreamer of Black and White chp 3 part 2

chp 3 part 2

“naya-chi.. dan Valkruel-?? apa yang mereka lakukan malam-malam di tempat apapun ini?? ” aku terpaku ditempatku melihat mereka sepertinya mereka bicara… namun aku tidak mendengar mereka  berada ditempat aneh ini membuatku mual dan merasa sakit. “uugh.. aku harus keluar” kataku dalam hati sambil memegang kalung dari ibuku yang bersinar redup… bersinar?, aku memperhatikan lagi ya, kalung pemberian ibuku itu bersinar redup seperti menolak berada di sini.

perasaanku menjadi semakin aneh waktu aku terdiam menatap kalungku tidak menyadari apa yang Sayaka dan Valkruel lakukan ada rasa senang yang bercampur dengan rasa mual dan pusing pada tempat ini.. apa yang terjadi sebenarnya..? dan kegelapan pun menelanku..

Aku terbangun menatap langit malam yang berbintang “uum.. ini.. dimana?” kataku, kepalaku masih sakit dan rasa mual itu masih ada juga rasa senang itu.. diatasku aku melihat Sayaka  yang sedang menidurkan kepalaku diatas pahanya “Sa-.. Sayaka?” aku mencoba memangilnya “ah, kau sudah bangun yuki? huff.. aku khawatir sekali melihat kau pingsan dipintu gerbang  waktu keluar dari sekolah” “lalu.. ini di mana??” tanyaku ” dirumahmu.. rumahmu kan paling dekat dari sekolah daripada tempatku atupun Yukiko” jawabnya kalem, aku segera bangkit dan melihat jam dinding “astaga!! jam 9?? ah!! dan tasku!!” Sayaka buru-buru menenangkanaku yang mulai panik itu “sudah-sudah sabar.. aku membawakan tasmu karena aku melihatnya waktu mengambil tas karena piket tadi” aku hanya memasang muka “O” dan berkata ” kalau begitu kenapa kau tidak menginap saja lepas saja seragamnya dan pakai bajuku ukuran kita kan mirip. besok hanya  pelajaran olahraga dan tidak banyak yang mencatat” “yaah kalau kau tidak keberatan..” katanya sambil tersenyum “tentu saja aku tidak keberatan” aku menjawabnya sambil tersenyum, yaah untunglah itu artinya aku tidak sendirian lagi malam ini, aku menyiapkan baju untuk Sayaka

di luar rumah tersebut, sepasang mata memandang ke arah rumah itu, sesosok bayangan mengamati dari jendela ketika kedua gadis itu berbincang sebelum tidur, sosok itu berkata kepada dirinya sendiri “hmmf, ignorance is a bliss eh? yaah nikmatilah saat-saat bahagiamu sebelum kau jatuh ke perang ini..” iris dari mata sosok tersebut berubah seperti mata kucing yang menyala dalam gelap dengan waran biru muda yang bersinar indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s