[Orific] the Dreamer of black and white Chp 3

Chapter 3 “Beginning of Wonders”

Kami memasuki gedung serbaguna tepat pada waktu kepala sekolah akan memberikan pidatonya, karena untuk kali ini pria dan wanita dipisah maka aku pun melambaikan tangan seraya berjalan ke antara sayaka dan yukiko dengan segera aku merasakan tangan mereka memegang tanganku

“Yuki apa sih yang kau lihat dari laki-laki sok keren itu??” sayaka melabrakku begitu aku aman di dalam gengaman mereka “ey.. apa sih?? aku kan hanya berkenalan?” aku mengelak dari labrakan itu ” berkenalan bukan berarti menggandeng tanganya sampai ke gedung serbaguna Yuki-chan” Yukiko yang sekarang berkata “eeh.. tapi..” aku berusaha menghindar mukamu memerah karena tanpa sadar menggandeng tangannya, tapi mereka serentak berbisik “aku kan tidak ingin kau diapa-apakan oleh laki-laki!!” “apalagi kau anak yang polos” sayaka menambahkan “dan belum pernah berteman dengan laki-laki karena kau di sekolah ini sejak TK sampai sekarang!!” yukiko menimpali “kau belum bisa membedakan laki-laki yang baik dan buruk” sayaka menambahkan lagi “apalagi kau tinggal sendiri!!” yukiko kembali berkata ” dan cantik juga dari keluarga terhormat” kalimat terakhir sayaka itu membuatku mendesis aku berbisik cepat kepada mereka “naya-chi !! sudah kukatakan jangan menyinggung soal itu!!” aku tidak terlalu ketika orang lain menyinggung tentang keluargaku karena aku merasa seperti hanya “anggota keluarga” dan bukannya diriku sendiri secara individual walaupun aku tahu Naya-chi tidak bermaksud seperti itu.

“Yuki-chan? kau tidak apa-apa?” bisikan dari Yukiko itu menyadarkan aku dari lamunanku “Yuki!! aku.. aku minta maaf tidak seharusnya aku meyinggung hal itu!!” Sayaka  berbisik di telingaku “ah tidak apa-apa naya-chi hanya saja aku agak sensitif soal itu..”

Setelah pidato kepala sekolah selesai kami dipersialakn untu melihat kelas kami masing-masing aku,sayaka,dan yukiko sekelas lagi tahun ini. sejak SD kelas 5 kami selalu dekat  dan entah kenapa kami selalu sekelas untuk 3 tahun ini mungkin karena nasib? yaah toh aku juga senang karena ada mereka

House,night 05:37 PM

“kurasa malam ini aku akan tidur lebih awal aku sudah memasak untuk besok membersihkan kamar dan.. ” aku terlonjak dari gumamanku ketika menyadari sesuatu yang gawat, Tasku tertinggal di sekolah!! “aduuh betapa bodohnya bisa ketinggalan!!” pikirku waktu aku menapaki jalan ke sekolah

Aku berlari ke arah sekolah sambil bergumam “itu tidak jauh.. itu tidak jauuh.. tidak ada hantu atau orang  jahat atau…” gumamanku berhenti ketika aku sampai di gerbang sekolah. sesuatu seperti sebuah bola setengah lingkarn melingkupi halaman depan sekolah bundaran itu berwarna putih keabu-abuan “aaapaa ini..?” aku mencoba memberanikan diri melangkah memasukinya dan di dalam bola itu terdapat banyak salib yang tidak beraturan tertancap pada tanah dan beberapa jalan dari duri, di  atas salib-salib itu terdapat 2 orang yang sepertinya kukenal mereka berdiri diatas salib dan melemparkan sesuatu yang bersinar

aku berjalan dengan hati-hati dan menghindari jalan duri itu sambil mendekat perlahan-lahan kedua orang itu adalah orang baru kukenal hari ini Valkruel-san dan.. naya-chi?? apa yang terjadi di sini? aku bertanya-tanya pada diriku sendiri apa yang mereka lakukan di tempat aneh ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s